There’s no God but Allah, Muhammad is His Messenger
Well guys,, Alhamdulillah we meet again di perjalanan Ramadan yang pada malam ini berada di awal hari yang ke 17, safari tarawih kali ini bertempat di masjid Gedhe Kauman dengan imam dan penceramahnya Prof. Dr. Nurrahman Hajam dengan mengangkat tema pembentukan masyarakat yang baik berawal dari keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Suatu bangsa bisa dikatakan maju dan berkembang apabila di dalam suatu keluarga terdapat pendidikan yang baik termasuk akhlak, moral, sosial, dll. Nabi Ibrahim adalah nabi yang mengajarkan ketauhidan, memberantas berhala-berhala yang banyak dibuat di kala itu termasuk Azar, bapaknya nabi Ibrahim sendiri. Dewasa ini berhala-berhala tersebut bermetamorfose menjadi layar kaca maupun gadget terbaru nan canggih. Cobalah perhatikan anak-anak sekarang kalau sudah asyik dengan blackberry-nya, dipanggil orangtuanya tidak akan mempedulikan karena sudah asyik ber-bbm ria. Acara-acara di televisi juga pas adzan maghrib biasanya di set dengan acara yang bagus-bagus jadi kebanyakan orang enggan beranjak dari depan layar kaca jika terdengar adzan maghrib di luar bulan Ramadan.
Disebutkan dalam QS. Luqman ayat :13
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kezaliman yang besar”.
Yang pertama kali diajarkan Luqman kepada anaknya adalah tantang ketauhidan – pengesaan Allah. Itulah makanya setiap bayi yang baru lahir kalimat yang pertama kali diperdengarkan ke telinga si bayi adalah adzan.
Kemudian pada ayat 14 : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Ada seorang laki-laki yang yang dengan susah payah menggendong ibunya yang lumpuh dari Yaman sampai ke Mekkah, laki-laki tadi bertanya kepada Abu Bakar, wahai Abu Bakar, apa yang telah aku lakukan (menggendong ibu dari Yaman sampai Mekkah) sudah bisakah untuk membalas jasa-jasa ibuku?, Abu Bakar menjawab: “Belum, karena pada waktu ibumu melahirkanmu, jiwa raga, hidup dan mati dia pertaruhkan demi kamu, lalu selama dua tahun dia menyusuimu, ASI adalah saripati ibumu yang kamu ambil setiap saat kamu membutuhkannya.”
Lalu pada ayat 15: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Meskipun orangtua kita menyuruh untuk menyekutukan Allah maka kitapun harus bisa menolak dengan cara halus dan dengan sopan santun.
Lalu pada ayat 16 dan 17:
“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
“Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesunggunya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Begitu mulianya pendidikan yang diajarkan oleh Luqman, bahwa segala perbuatan baik maupun buruk sebesar biji sawi pun maka semuanya pasti tertulis dan akan mendapatkan balasan dari Allah di akhirat kelak.
Lalu ayat 18 dan 19:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Banyak sekali orang yang “merasa” atau berlaku sombong, misalnya saja orang yang memiliki ilmu tentang geodesi, dia sudah merasa pintar dan banyak ilmunya padahal dia hanya memiliki sedikit ilmu tentang geografi atau ilmu-ilmu sosial yang lain dan bahkan tak memiliki sedikitpun ilmu tentang elektro. Dibandingkan dengan Allah yang Maha Luas ilmu-Nya masihkah kita patut untuk membanggakan diri?.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan adalah janganlah berjalan terlalu cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Dari keluarga yang sakinah mawaddah warahmah lah yang akan tercipta pendidikan anak yang baik, berakhlaqul karimah dan bermoral santun serta selalu meninggikan kalimat tauhid.
Well guys,, Alhamdulillah we meet again di perjalanan Ramadan yang pada malam ini berada di awal hari yang ke 17, safari tarawih kali ini bertempat di masjid Gedhe Kauman dengan imam dan penceramahnya Prof. Dr. Nurrahman Hajam dengan mengangkat tema pembentukan masyarakat yang baik berawal dari keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Suatu bangsa bisa dikatakan maju dan berkembang apabila di dalam suatu keluarga terdapat pendidikan yang baik termasuk akhlak, moral, sosial, dll. Nabi Ibrahim adalah nabi yang mengajarkan ketauhidan, memberantas berhala-berhala yang banyak dibuat di kala itu termasuk Azar, bapaknya nabi Ibrahim sendiri. Dewasa ini berhala-berhala tersebut bermetamorfose menjadi layar kaca maupun gadget terbaru nan canggih. Cobalah perhatikan anak-anak sekarang kalau sudah asyik dengan blackberry-nya, dipanggil orangtuanya tidak akan mempedulikan karena sudah asyik ber-bbm ria. Acara-acara di televisi juga pas adzan maghrib biasanya di set dengan acara yang bagus-bagus jadi kebanyakan orang enggan beranjak dari depan layar kaca jika terdengar adzan maghrib di luar bulan Ramadan.
Disebutkan dalam QS. Luqman ayat :13
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kezaliman yang besar”.
Yang pertama kali diajarkan Luqman kepada anaknya adalah tantang ketauhidan – pengesaan Allah. Itulah makanya setiap bayi yang baru lahir kalimat yang pertama kali diperdengarkan ke telinga si bayi adalah adzan.
Kemudian pada ayat 14 : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Ada seorang laki-laki yang yang dengan susah payah menggendong ibunya yang lumpuh dari Yaman sampai ke Mekkah, laki-laki tadi bertanya kepada Abu Bakar, wahai Abu Bakar, apa yang telah aku lakukan (menggendong ibu dari Yaman sampai Mekkah) sudah bisakah untuk membalas jasa-jasa ibuku?, Abu Bakar menjawab: “Belum, karena pada waktu ibumu melahirkanmu, jiwa raga, hidup dan mati dia pertaruhkan demi kamu, lalu selama dua tahun dia menyusuimu, ASI adalah saripati ibumu yang kamu ambil setiap saat kamu membutuhkannya.”
Lalu pada ayat 15: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Meskipun orangtua kita menyuruh untuk menyekutukan Allah maka kitapun harus bisa menolak dengan cara halus dan dengan sopan santun.
Lalu pada ayat 16 dan 17:
“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
“Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesunggunya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Begitu mulianya pendidikan yang diajarkan oleh Luqman, bahwa segala perbuatan baik maupun buruk sebesar biji sawi pun maka semuanya pasti tertulis dan akan mendapatkan balasan dari Allah di akhirat kelak.
Lalu ayat 18 dan 19:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Banyak sekali orang yang “merasa” atau berlaku sombong, misalnya saja orang yang memiliki ilmu tentang geodesi, dia sudah merasa pintar dan banyak ilmunya padahal dia hanya memiliki sedikit ilmu tentang geografi atau ilmu-ilmu sosial yang lain dan bahkan tak memiliki sedikitpun ilmu tentang elektro. Dibandingkan dengan Allah yang Maha Luas ilmu-Nya masihkah kita patut untuk membanggakan diri?.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan adalah janganlah berjalan terlalu cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Dari keluarga yang sakinah mawaddah warahmah lah yang akan tercipta pendidikan anak yang baik, berakhlaqul karimah dan bermoral santun serta selalu meninggikan kalimat tauhid.
Itulah guys, hasil hunting ustadz dari safari tarawih malem ini, kalo ada kekurangannya dalam mereview harap dimaklumin, kalo ada kelebihannya (kayaknya ga mungkin hehe...) ambil aja...
Oya ga lupa ku ucapin Dirgahayu n salam Indonesia merdeka!!
No comments:
Post a Comment